Kolaborasi komunitas fiberglass dan kampung ilmu Purwakarta

kampung ilmu dan komunitas fiberglass

Alhamdulillah pada hari Selasa, 14 April 2026, komunitas fiberglass menghadiri acara pertemuan dan silaturahim bersama wakil menteri pemberdayaan anak dan perempuan, Ibu Veronica Tan dan Profesor Imam Prasojo, di kampung ilmu Purwakarta. Salah satu hal yang menarik adalah bagaimana Pak Profesor Imam Prasojo meng-orkestrasikan champion-champion praktisi di bidang masing-masing, menjadi satu di dalam wadah kampung ilmu.

Di sana banyak sekali berkumpul pakar masing-masing bidang. Diantaranya seperti pakar panas, pakar pertanian, pakar IT, hingga pakar fiberglass. Salah satunya adalah dari komunitas fiberglass yang lebih kepada niche bidang per odong-odongan atau wahana amusement ride.

Kampung ilmu juga membuat konsep program top down pemerintah yaitu MBG 3 T yang benar-benar manfaatnya untuk masyarakat terutama ibu hamil dan juga bayi dan balita, untuk mengurangi stunting. Di mana pembentukan otak diawali dari mulai fase kehamilan sampai dengan usia 5 tahun, sedangkan untuk fase berikutnya lebih kepada pertumbuhan otot.

kampung ilmu dan komunitas fiberglass
Ketua komunitasfiberglass.org bersama Prof. Imam Prasojo dan Wamen Pemberdayaan Anak dan Perempuan Ibu Veronica

Pengembangan konsep desa wisata startup ecopark dan pemberdayaan industri wahana mainan di sekitar wilayah Purwakarta

Setelah melihat-lihat area kampung ilmu, komunitas fiberglass mendapatkan inspirasi untuk bagaimana memberdayakan warga setempat dalam program industrialisasi pedesaan. Sehubungan dengan akan dibangunnya wahana wisata untuk anak-anak sekolah TK dan PAUD, alih-alih hanya digunakan untuk sekolahan, kami komunitas fiberglass mengusulkan agar kedepannya kampung ilmu bisa membuat produksi wahana mainan (odong-odong) dengan memberdayakan warga dan juga lulusan SMK di kampung ilmu, yang barangnya bisa dikirim untuk kebutuhan desa-desa di seluruh Indonesia.

Komunitas fiberglass memiliki pengalaman dalam memproduksi wahana mainan darat dan juga air seperti kereta mini atau sepeda air. Kami sangat paham betul kebutuhan mengenai wahana mainan ini khususnya untuk industri pariwisata di daerah-daerah. Dengan adanya permintaan pasar yang valid, dapat dibuat pemberdayaan produksi di kampung ilmu tujuannya agar kampung ilmu memiliki industri terapan yang memiliki sustainability secara 3P yaitu profit, people dan planet.

Kemudian mengenai startup ecopark hal ini juga menjadi diskusi menarik, di mana kampung ilmu bisa menjadi miniatur silicon valley, yaitu satu wilayah di Amerika yang merupakan sentra industri startup teknologi. Konsep startup ecopark ini merupakan satu konsep trickle down ekonomy di mana industri besar bisa menarik industri kecil di bawahnya dengan cara berkolaborasi. Konsepnya adalah pembuatan museum startup teknologi di wilayah kampung ilmu. Perusahaan seperti Google, Facebook, Tik tok, go-jek, shopee dan lain-lain dikumpulkan menjadi 1 di kampung ilmu, yang mana mereka membuat museum masing-masing. Kemudian di sekitar museum tersebut diisi dengan wahana permainan dan juga masyarakat yang berdagang baik itu kuliner maupun perdagangan umum lainnya. Diharapkan dengan adanya wisata museum startup ini, bisa meningkatkan perekonomian warga di sekitar wilayah kampung ilmu.

odong odong kereta mini
Ilustrasi industri Odong-odong kereta mini

Peluang pasar domestik dan ekspor untuk odong-odong
Kami komunitas fiberglass juga menyampaikan kepada profesor Imam Prasojo, tentang industri penunjang pariwisata yang kurang diperhatikan, padahal nilainya sangat besar dalam ekonomi. Yaitu industri odong-odong. Yang sebenarnya jika kita artikan dalam diksi Inggris disebut dengan amusement ride industry.

Komunitas fiberglass mengkordinasikan pengrajin mainan atau yang lebih dikenal dengan odong-odong yang terbuat dari fiberglass. Hal yang menjadi perhatian utama adalah mengenai persaingan pasar di industri odong-odong ini yang lebih dikuasai oleh produk dari Cina. Produsen odong-odong di Indonesia benar-benar mendapati kompetisi yang serius dan bagaimana sekiranya peran pemerintah memperhatikan hal ini. Agar industri amusement ride bisa mandiri dan berdaya saing global.

Permintaan wahana permainan atau odong-odong baik untuk wahana darat maupun wahana air sangat besar di setiap desa di Indonesia. Mungkin banyak orang yang belum menyadari hal ini. Kalau kita asosiasikan seperti motor saja, kurang lebih jumlah mainan yang dibutuhkan hampir sama jumlahnya seperti motor atau sepeda listrik. Odong-odong ini termasuk ke dalam kategori special purpose vehicle (SPV) hanya lebih pada captive market di industri pariwisata.

Selain di Indonesia pasar di dunia ketiga seperti Nigeria dan juga wilayah Afrika lainnya, menjadi pasar Baru yang merupakan peluang yang besar yang dapat dibidik oleh para produsen odong-odong di tanah air. Dengan lokasi Purwakarta yang cukup strategis dari pelabuhan Patimban dan juga pelabuhan Tanjung Priok, penempatan produksi pemberdayaan wahana mainan odong-odong ini cukup tepat secara wilayah geografis. Jika hal ini terealisasi, maka wilayah Purwakarta menjadi sentra produksi wahana mainan seperti pada wilayah provinsi Henan di China sana.

Menyebarkan kebahagiaan anak-anak secara merata di seluruh wilayah tanah air
Kementerian pemberdayaan anak dan perempuan fokus pada bagaimana melakukan pemberdayaan kepada ibu-ibu dan juga anak. Ibu dan anak menjadi satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.

Selain program pengentasan stunting, penyebaran kebahagiaan kepada anak-anak juga merupakan sila keadilan sosial bagi seluruh anak Indonesia. Oleh sebab itu perlunya penyediaan ruang terbuka hijau dan juga wahana permainan untuk anak-anak agar mereka dapat bersosialisasi dengan lingkungan dan teman-temannya. Daripada sekedar bermain gadget.

Kampung ilmu sangat menginspirasi kita semua bagaimana mengimplementasikan teori untuk hal-hal yang ideal, yang kemudian dipraktikkan dalam dunia nyata di masyarakat. Kampung ilmu menjadi salah satu contoh problem based learning untuk para pelajar dan mahasiswa yang ada di Indonesia. Bagaimana setelah mereka lulus, mereka bisa berkontribusi secara konkret di masyarakat tempat tinggalnya. Semoga kampung ilmu bisa diduplikasi di berbagai daerah dan terus menyebarkan semangat pemberdayaan kepada seluruh masyarakat di Indonesia.

Penulis: Frans Hendra Winarta

Share This Post: